Sabtu, 21 Februari 2009

...dan Rumput pun Berhenti Bergoyang...

"Syukurlah ada pohon ini. Akhirnya aku bisa menutup tubuhku dari pandangan setiap binatang, juga jin dan iblis," kata Adam.

Syukurlah, kami senang bisa membantu

"Oh, ternyata buah ini bisa dimakan! Kita tidak akan kelaparan!!" ujar manusia nomaden.

Ya, kami bermanfaat untukmu, kan?

"Aha!! Jadi rupanya ini yang menyebabkan perbedaan antara orang tua dengan anaknya," kata Mendel

Kami jauh lebih mudah untuk di teliti, kau tahu itu. Terima kasih telah memanfaatkan kami.

"Yah, lihat, aku bisa membuat mainan dari kayu sisa ini, lho!!" ujar Adi kepada ayahnya.

Terimakasih karena kau tidak menyia-nyiakan kami...

"Hmm...produksi karet tahun ini kurang banyak. Mungkin kita harus mencari lebih jauh lagi," kata seorang penyadap.

Jangan lupakan kami, kami akan tetap ada untukmu walaupun kami jauh...


"Pestisidanya kurang ampuh. Mungkin harus ditambah dosisnya," kata petani.

Hei, hei...

"Kapten!! Kebakaran di area C sudah semakin masuk ke dalam! Truk pemadam kita tidak akan bisa memadamkan area itu!" ujar seorang pemadam kebakaran kepada kaptennya.

Tolong cepat padamkan...Di sini panas...

"Waduh! kertasnya kurang, nih!" teriak Wahyu. "Udah, pake yang baliknya aja!" balas Nita. "Aaah!! Ngapain repot-repot segala, sih! Pake kertas baru aja, kan bisa! Nih, pake kertas gue!" kata Rani.

Hei, tidakkah kau lihat keadaan kami?


"Nah, tanah di sini sepertinya bagus, ayo kita buka lahan di sini!" ujar peladang

Jangan usir kami...kami hidup di sini seumur hidup kami...

"Panas banget nih, gue nyalain AC nya, ya!" pinta Kina.

Lebih baik jangan...tolong...

"Bu, air bekas cuciannya jangan dibuang langsung ke tanah, kasian tanamannya," kata Ani. "Biarin aja, lah! Cuma sedikit ini!" balas ibu

Setiap orang yang melakukan itu mengatakan hal yang sama, kau tahu?

"Udah berapa kali dibilang, jangan buang sampah ke dalam got! Kamu nggak tahu efeknya terhadap lingkungan sekitar kita?" ujar Pak Guru marah. "Iya, tahu kok Pak, mentang-mentang sekolah kita mau ikut Adipura, kan?" balas murid

Kau kemanakan nasib kami?

"Bahan buat presentasi besok harus difoto kopi dan dibagikan ke seluruh kelas! Jangan lupa untuk mengerjakan presentasinya di atas karton!" tegas seorang guru pada akhir jam pelajaran. "Pak, kenapa nggak dibuat power pointnya aja?" tanya murid. "Nggak boleh! Harus pakai kertas, nggak boleh yang lain!" perintah guru.

Kalau sudah ada penggantinya, kenapa harus memakai yang lama? Belajarlah!!

" Masih kurang 200 lagi! Bos baru dapet order baru dari Jakarta!!" teriak seorang penebang kepada teman-temannya.

Terus saja habisi nyawa kami

"Duh, lo punya tissue, nggak?"tanya Neta. "Nggak ada. Minta aja ke Sari. Eh, lo nggak papa tuh pake tissue terus-terusan? Ntar global warming lagi!" jawab Tyas. "Global warming! kalo lo terus-terusan mikirin global warming, lo nggak bakalan bisa hidup, tau!" balas Neta.

Hei, lihatlah kami sekarat

"Global warming itu siklus. Jadi, nggak peduli mau seberapa banyak pun lo ngedaur ulang ataupun ngehemat, tetep aja bakal terjadi! Makanya, mending nggak usah repot-repot," kata Sita sambil tertawa.

Apa kalian hanya peduli pada kami karena global warming? Apa kalian pikir kami tak punya jiwa? Apa kalian pikir kami bukan makhluk hidup yang sama dengan kalian? Mengapa kalian, manusia, begitu egois? Baik, kalau memang kalian hanya peduli pada nasib kalian, tengoklah ke jendela. Lihatlah kami mati di luar sana. Dan renungkanlah...apa yang akan terjadi jika kami tidak di sini untuk kalian.

* ditulis untuk mendukung proker pokja C. Ayo, maju! Jangan pesimis dulu sebelum di coba!

1 komentar:

saa mengatakan...

ah ah ah tidaak
makasii yaa :)
gue jadi semangat nii buat bikin mading. soalnya kita mau promosi adopsi pohon.