Tampilkan postingan dengan label sekolah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sekolah. Tampilkan semua postingan

Minggu, 27 September 2009

LOKER....




Emang sih, telat buat bikin postingan tentang LOKER. Tapi apa salahnya, sih. hehe. Berikut ini foto-foto waktu LOKER
Cuma tiga yang diupload, tapi yang lainnya masih banyak, kok. Sayang nggak ada foto-foto waktu outbound, padahal outbondnya seru banget, lho! Dan walaupun lagi puasa, dijamin nggak bikin aus, justru bikin aus berkurang! Kenapa? Karena kelelep, jadinya banyak nelen air, hehehe.

Rabu, 25 Februari 2009

Kesalahan Turun Temurun

Dua hari yang lalu, kayaknya, aku dikasi liat sebuah email, judulnya :

Renungan: PERHITUNGAN YANG

KELIRU

Silakan baca dulu, deh:

Seorang teman saya yang bekerja pada sebuah perusahaan asing, di PHK
akhir tahun lalu. Penyebabnya adalah kesalahan menerapkan dosis
pengolahan limbah, yang telah berlangsung bertahun-tahun. Kesalahan ini terkuak ketika seorang pakar limbah dari suatu negara Eropa mengawasi secara
langsung proses pengolahan limbah yang selama itu dianggap selalu gagal.

Pasalnya adalah, takaran timbang yang dipakai dalam buku petunjuknya
menggunakan satuan pound dan ounce. Kesalahan fatal muncul karena yang
bersangkutan mengartikan 1 pound = 0,5 kg. dan 1 ounce (ons) = 100
gram, sesuai pelajaran yang ia terima dari sekolah. Sebelum PHK dijatuhkan,
teman saya diberi tenggang waktu 7 hari untuk membela diri dgn. cara
menunjukkan acuan ilmiah yang menyatakan 1 ounce (ons) = 100 g.

Usaha maksimum yang dilakukan hanya bisa menunjukkan Kamus Besar
Bahasa Indonesia yang mengartikan ons (bukan ditulis ounce) adalah satuan
berat senilai 1/10 kilogram. Acuan lain termasuk tabel-tabel konversi yang
berlaku sah atau dikenal secara internasional tidak bisa ditemukan.

SALAH KAPRAH YANG TURUN-TEMURUN.

Prihatin dan penasaran atas kasus diatas, saya mencoba menanyakan hal
ini kepada lembaga yang paling berwenang atas sistem takar-timbang dan
ukur di Indonesia , yaitu Direktorat Metrologi . Ternyata, pihak Dir.
Metrologi-pun telah lama melarang pemakaian satuan ons untuk ekivalen
100 gram.

Mereka justru mengharuskan pemakaian satuan yang termasuk dalam Sistem
Internasional (metrik) yang diberlakukan resmi di Indonesia . Untuk
ukuran berat, satuannya adalah gram dan kelipatannya. Satuan Ons
bukanlah bagian dari sistem metrik ini dan untuk menghilangkan kebiasaan
memakai satuan ons ini, Direktorat Metrologi sejak lama telah memusnahkan
semua anak timbangan (bandul atau timbal) yang bertulisan "ons" dan "pound".

Lepas dari adanya kebiasaan kita mengatakan 1 ons = 100 gram dan 1
pound = 500 gram, ternyata tidak pernah ada acuan sistem takar-timbang
legal atau pengakuan internasional atas satuan ons yang nilainya
setara dengan 100 gram. Dan dalam sistem timbangan legal yang diakui dunia
internasional, tidak pernah dikenal adanya satuan ONS khusus Indonesia
.
Jadi, hal ini adalah suatu kesalahan yang diwariskan turun-temurun.
Sampai kapan mau dipertahankan ?

BAGAIMANA KESALAHAN DIAJARKAN SECARA RESMI ?

Saya sendiri pernah menerima pengajaran salah ini ketika masih di
bangku sekolah dasar. Namun, ketika saya memasuki dunia kerja nyata,
kebiasaan salah yang nyata-nyata diajarkan itu harus dibuang jauh
karena akan menyesatkan.

Beberapa sekolah telah saya datangi untuk melihat sejauh mana
penyadaran akan penggunaan sistem takar-timbang yang benar dan sah
dikemas dalam materi pelajaran secara benar, dan bagaimana para murid
(anak-anak kita) menerapkan dalam hidup sehari-hari. Sungguh
memprihatinkan. Semua sekolah mengajarkan bahwa 1 ons = 100 gram dan 1
pound = 500 gram, dan anak-anak kita pun menggunakannya dalam kegiatan
sehari-hari. "Racun" ini sudah tertanam didalam otak anak kita sejak
usia dini.

Dari para guru, saya mendapatkan penjelasan bahwa semua buku pegangan
yang diwajibkan atau disarankan oleh Departemen Pendidikan Indonesia
mengajarkan seperti itu. Karena itu, tidaklah mungkin bagi para guru
untuk melakukan koreksi selama Dep. Pendidikan belum merubah atau
memberi-kan petunjuk resmi.

TANGGUNG JAWAB SIAPA ?

Maka, bila terjadi kasus-kasus serupa diatas, Departemen Pendidikan
kita jangan lepas tangan. Tunjukkanlah kepada masyarakat kita terutama
kepada para guru yang mengajarkan kesalahan ini, salah satu alasannya
agar tidak menjadi beban psikologis bagi mereka ;

"acuan sistem timbang legal yang mana yang pernah diakui /
diberlakukan secara internasional , yang menyatakan bahwa :

1 ons adalah 100 gram, 1 pound adalah 500 gram."?

Kalau Dep. Pendidikan tidak bisa menunjukkan acuannya, mengapa hal ini
diajarkan secara resmi di sekolah sampai sekarang ?

Pernahkan Dep. Pendidikan menelusuri, dinegara mana saja selain
Indonesia berlaku konversi 1 ons = 100 gram dan 1 pound = 500 gram ?

Patut dipertanyakan pula, bagaimana tanggung jawab para penerbit buku
pegangan sekolah yang melestarikan kesalahan ini ?

Kalau Dep. Pendidikan mau mempertahankan satuan ons yang keliru ini,
sementara pemerintah sendiri melalui Direktorat Metrologi melarang
pemakaian satuan "ons" dalam transaksi legal, maka konsekwensinya
ialah harus dibuat sistem baru timbangan Indonesia (versi Depdiknas)..
Sistem baru inipun harus diakui lebih dulu oleh dunia internasional sebelum
diajarkan kepada anak-anak. Perlukah adanya sistem timbangan Indonesia
yang konversinya adalah 1 ons (Depdiknas) = 100 gram dan 1 pound
(Depdiknas) = 500 gram. ? Bagaimana "Ons dan Pound (Depdiknas)" ini
dimasukkan dalam sistem metrik yang sudah baku diseluruh dunia ?
Siapa yang mau pakai ?.

HENTIKAN SEGERA KESALAHAN INI.

Contoh kasus diatas hanyalah satu diantara sekian banyak problema yang
merupakan akibat atau korban kesalahan pendidikan. Saya yakin masih
banyak kasus-kasus senada yang terjadi, tetapi tidak kita dengar.
Salah satu contoh kecil ialah, banyak sekali ibu-ibu yang mempraktekkan
resep kue dari buku luar negeri tidak berhasil tanpa diketahui dimana kesala
hannya.

Karena ini kesalahan pendidikan, masalah ini sebenarnya merupakan
masalah nasional pendidikan kita yang mau tidak mau harus segera
dihentikan.

Departemen Pendidikan tidak perlu malu dan basa-basi diplomatis
mengenai hal ini. Mari kita pikirkan dampaknya bagi masa depan
anak-anak Indonesia . Berikan teladan kepada bangsa ini untuk tidak malu
memperbaiki kesalahan.

Sekalipun hanya untuk pelajaran di sekolah, dalam hal
Takar-Timbang- Ukur, Dep. Pendidikan tidak memiliki supremasi
sedikitpun terhadap Direktorat Metrologi sebagai lembaga yang paling berwenang di Indonesia . Mari kita ikuti satu acuan saja, yaitu Direktorat
Metrologi.

Era Globalisasi tidak mungkin kita hindari, dan karena itu
anak-anak kita harus dipersiapkan dengan benar. Benar dalam arti
landasannya, prosesnya, materinya maupun arah pendidikannya. Mengejar
ketertinggalan dalam hal kualitas SDM negara tetangga saja sudah merupakan
upaya yang sangat berat.

Janganlah malah diperberat dengan pelajaran sampah yang justru bakal
menyesatkan. Didiklah anak-anak kita untuk mengenal dan mengikuti
aturan dan standar yang berlaku SAH dan DIAKUI secara internasional,
bukan hanya yang rekayasa lokal saja. Jangan ada lagi korban akibat
pendidikan yang salah. Kita lihat yang nyata saja, berapa banyak TKI diluar
negeri yang berarti harus mengikuti acuan yang berlaku secara internasional.

Anak-anak kita memiliki HAK untuk mendapatkan pendidikan yang benar
sebagai upaya mempersiapkan diri menyongsong masa depannya yang akan
penuh dengan tantangan berat.

ACUAN MANA YANG BENAR ?

Banyak sekali literatur, khususnya yang dipakai dalam dunia tehnik,
dan juga ensiklopedi ternama seperti Britannica, Oxford , dll. (maaf, ini
bukan promosi) menyajikan tabel-tabel konversi yang tidak perlu
diragukan lagi.

Selain pada buku literatur, tabel-tabel konversi semacam itu dapat
dijumpai dengan mudah di-dalam buku harian / diary/agenda yang
biasanya diberikan oleh toko atau produsen suatu produk sebagai sarana promosi.

Salah satu konversi untuk satuan berat yang umum dipakai SAH secara
internasional adalah sistem avoirdupois / avdp. (baca : averdupoiz).

1 ounce/ons/onza = 28,35 gram (bukan 100 g.)

1 pound = 453 gram (bukan 500 g.)

1 pound = 16 ounce (bukan 5 ons)

Bayangkan saja, bagaimana jadinya kalau seorang apoteker meracik resep
obat yang seharusnya hanya diberi 28 gram, namun diberi 100 gram.
Apakah kesalahan semacam ini bisa di kategorikan sebagai malapraktek ?
Pelajarannya memang begitu, kalau murid tidak mengerti, dihukum !!!
Jadi, kalau malapraktik, logikanya adalah tanggung jawab yang
mengajarkan. (ini hanya gambaran / ilustrasi salah satu akibat yang bisa
ditimbulkan, bukan kejadian sebenarnya, tetapi dalam bidang lain banyak sekali
terjadi)

KALAU BUKAN KITA YANG MENYELAMATKAN - LALU SIAPA ?.

Melalui tulisan ini saya ingin mengajak semua kalangan, baik kalangan
pemerintah, akademis, profesi, bisnis / pedagang, sekolah dan orang
tua dan juga yang lainnya untuk ikut serta mendukung penghapusan satuan
"ons dan pound yang keliru" dari kegiatan kita sehari-hari. Pengajaran
sistem timbang dgn. satuan Ounce dan Pound seharusnya diberikan sebagai
pengetahuan disertai kejelasan asal-usul serta rumus konversi yang
benar. Hal ini untuk membuang kebiasaan salah yang telah melekat dalam
kebiasaan kita, yang bisa mencelakakan / menyesatkan anak-anak kita,
generasi penerus bangsa ini.


Untungnya orang itu bekerja di bidang pengolahan limbah :p Coba kalau sebagai apoteker.

Oh, dan sedikit pelajaran minggu ini:

Jangan mulai menyalahkan orang lain kalau tidak mau disalahkan. Karena manusia akan mulai mempertahankan dirinya pada saat mereka disalahkan. Dan, tahu nggak apa cara yang paling cepat untuk mempertahankan diri saat disalahkan? Yap, menyalahkan orang lain. Membalikkan. Kadang, kita justru lebih baik meninggalkan orang itu dalam diam, jadi mereka bakal ngerasa bersalah dengan sendirinya.

Selasa, 16 Desember 2008

UTS

UTS? Ujian tengah semester???udah lewat, kan?
Duh, duh..bukan itu...UTS disini itu adalah Ulang Tahun Sekolah...Eh, SMAN 81 udah 40 tahun, lho! udah tua, ya? ati-ati roboh o_O Nggak, ah, lebay.

Yah, seperti biasa, ada berbagai lomba-lomba yang diselenggarakan pada saat UTS ini. Puncaknya sih tanggal 5 Januari, (ultah kita sebenernya jauh sebelumnya.. karena Pak O***** lagi pergi haji, dan dia pengen ikut UTS, jadilah diundur...hihi) tapi lomba-lombanya udah diselenggarain dari Kamis kemarin...kalo nggak salah?

Tarik tambang yang putri...kalah...pada babak pertama. Yang putra...kalah...sebelum bertanding...pada babak kedua, melawan guru...huuuhuuhu :( Lagi-lagi, masalah yang biasa, yaitu: NGARET!!!! Huuh, sebel banget...kenapa sih pada ngaret? Mending kalah telak daripada kalah sebelum tanding...

Lomba nasi goreng...belum ada hasilnya. Ada satu hal unik yang baru kita sadari saat selesai menghias nasi goreng: Kok nasi gorengnya jadi kayak kebon, ya? rimbun dan banyak ijo-ijonya gitu...Hahaha, ya, sudahlah, berhubung drama kita berjudul KEBON METEOR...kita sebutlah itu nasi goreng nasi goreng KEBON...for global warming....hehe, anak Patas AC kreatif juga, ya...

Story telling, wah, yang ini aku nggak tahu kelanjutannya, katanya sih ada yang maju..

Kasti...Putri masuk semifinal!!! Yay!! Doakan kami menang, ya!! Final hari Kamis besok. Kalo yang putra...sayang sekali sodara sodara...kita kalah...(sempet nyolot-nyolotan sama anak 10-3, yang akhirnya kayaknya berujung pada dendam pribadi...)

Spanduk...masih dalam proses!! Doakan semoga jadi dan menang!

Yang jadi masalah itu vokal group...nggak ada yang mau maju...huhuh...akhirnya kucoba untuk ngejarkomin Patas AC lagi...besok ngumpul di sekolah jam 8, niatnya sih mau nyari anggota buat VG, trus sisanya nonton latihan sambil ngerjain spanduk. Nggak mau lagi kalah tanpa bertanding! Paling nggak kan ada usaha...

Sisanya liat aja di postingan berikutnya...

Jumat, 05 Desember 2008

Selesaiiii!! + Foto Drama




















Ujian Blok, selesai! Kartul, selesai, Idul Adha, tinggal pelaksanaan!!! Horeee!!!
Btw, aku nggak sempet cerita tentang drama, nih...huuh...kebanyakan tugas sampe lupa jalan ceritanya drama...Kalo mau liat, liat di blognya Bianca aja. Ada linknya tuh di samping.
Btw, ini foto yang kita ambil sebelum drama.
Jadi inget, kita mati-matian ngumpetin San Chai ama Geng Pinky sebelum drama. Eh, di foto itu ada yang nggak keambil fotonya. Istri-istrinya Dao Ming Tse nggak ada, hehe. Waktu itu aku ada disana, cuma nggak mau ikutan foto. Jadi berdiri di samping aja :p Nggak kenapa-napa, sih, cuma aku nggak begitu suka sama yang namanya foto. Kecuali untuk acara-acara penting, jarang-jarang aku mau foto. Apalagi kalo sendirian. Rasanya aneh aja, ngeliat ada diri kita di sehelai kertas sementara kita ada di sisi ini, di hadapan kertas itu.

Rabu, 17 September 2008

Ikhlas

Tumben sempet posting cepet. Hari ini nggak tarawih, batuk lagi, hehe.

Yah, tadi pagi sempet ngebahas sedikit soal ikhlas. Sekarang baru deh, bakal kuceritain selengkapnya.

Kejadian bermula di hari Selasa yang cerah. Waktu itu anak-anak OSIS lagi ngumpulin uang sumbangan untuk disumbangkan pada anak yatim. Terus, dibacain deh, berapa perolehan sumbangan kita kemarin. Waktu dibacain sih, jumlahnya ya...nggak besar-besar amat, sekitar empat puluh ribuan, tapi pas lah dengan kondisi kelas kita yang beranggotakan 40 orang.
Namun, guru yang mengajar kita waktu itu mengomentari begini (kira-kira aja, udah rada lupa persisnya gimana), "kok cuma segitu? kalian ada empat puluh orang, kan?" Lantas beliau membandingkan jumlah yang kami dapat dengan kelas X aksel, yang jumlahnya mencapai lima puluh ribuan, meskipun jumlah anak aksel hanya sekitar separuh dari jumlah kita.
Seorang teman berkomentar," Kan yang penting ikhlas, Pak. Ikhlas kan nggak diukur dari jumlah". Ada benarnya, tapi mari kita simak lebih lanjut.
Kemudian setelah kami selesai menyumbang, beliau meneruskan topik yang tadi.
" Kita harus berhati hati dalam mengatakan ikhlas. Hati-hati, jangan sampai kalimat yang kita ucapkan 'yang penting ikhlas' menjadi bukti ketidakikhlasan kita",.
Selanjutnya, beliau menerangkan bahwa, keikhlasan tidak hanya didasari pada niat semata, namun juga proporsi. Contohnya, jika kita memiliki uang sejumlah seratus ribu (bukan yang satu lembar), apakah bila kita menyumbang sebesar seratus rupiah dapat dikatakan ikhlas?
Yah, yang kuinget masih sebatas itu saja. Kalau ada lagi, pasti langsung diedit

Note: Setelah hari itu, sumbangan kita langsung naik dua kali lipat, lebih malah. Hehe :D

Sabtu, 02 Agustus 2008

Tumor dan Kanker

Definisi Tumor dan Kanker

Kanker adalah segolongan penyakit yang ditandai dengan pembelahan sel yang tidak terkendali dan kemampuan sel-sel tersebut untuk menyerang jaringan biologis lainnya, baik dengan pertumbuhan langsung di jaringan yang bersebelahan (invasi) atau dengan migrasi sel ke tempat yang jauh (metastasis). Pertumbuhan yang tidak terkendali tersebut disebabkan kerusakan DNA, menyebabkan mutasi di gen vital yang mengontrol pembelahan sel. Beberapa buah mutasi mungkin dibutuhkan untuk mengubah sel normal menjadi sel kanker. Mutasi-mutasi tersebut sering diakibatkan agen kimia maupun fisik yang disebut karsinogen. Mutasi dapat terjadi secara spontan (diperoleh) ataupun diwariskan (mutasi germline).
Tumor (bahasa Latin; pembengkakan) menunjuk massa jaringan yang tidak normal, tetapi dapat berupa "ganas" (bersifat kanker) atau "jinak" (tidak bersifat kanker).

Perbedaan Tumor dan Kanker

Tumor adalah benjolan atau pembengkakan, jadi setiap benjolan yang abnormal pada tubuh kita bisa disebut tumor, tanpa membedakan apakah jinak atau ganas. Tetapi secara awam, tumor berarti pertumbuhan sel-sel yang bersifat jinak. Tumor tidak menyebar, tumor bertumbuh di satu tempat dan terus membesar. Di lain pihak, kanker berarti pertumbuhan abnormal sel-sel yang bersifat ganas, invasif, merusak jaringan sekitar, menyebar dan tumbuh dengan cepat.

Penyebab Tumor dan Kanker

Penyebab Tumor dan kanker masih belum diketahui dengan pasti, tapi secara umum dipercaya bahwa proses terbentuknya tumor berkaitan dengan 3 faktor utama yaitu genetik (keturunan), karsinogenik (onkogen) dan co-karsinogen (co-onkogen). Faktor genetik atau keturunan menyebutkan bahwa beberapa orang membawa bakat (berupa gen) untuk tumor tertentu. Tentunya bakat saja tidak akan menjelma menjadi tumor di kemudian hari jika tidak ada faktor pemicu lainnya. Faktor pemicu lainnya itu adalah karsinogen dan co-karsinogen. Yang termasuk karsinogen antara lain senyawa kimia (seperti asbes, pengawet dan pewarna makanan), faktor fisika (seperti radiasi roentgen berlebih, sinar matahari berlebih), hormonal (seperti peranan estrogen pada kanker payudara, testosterone pada kanker prostate), dan virus (seperti virus HPV sebagai biang keladi utama kanker leher rahim ). Sedangkan co-karsinogen adalah usia tertentu (umumnya kejadian tumor seiring dengan pertambahan usia), pola hidup yang salah, merokok, alkohol, pola makan kurang serat, adanya iritasi berulang-ulang.

Pencegahan Agar Tidak Terkena Tumor dan Kanker

Untuk pencegahan tumor dan kanker, cara yang paling penting adalah menghindari unsur karsinogen ini. Cara lainnya adalah mengonsumsi bahan-bahan yang terbukti menghambat atau mencegah pertumbuhan tumor atau kanker. Bahan-bahan inilah yang disebut antitumor promoter.

Cara Mengobati Tumor dan Kanker Secara Medis

Pengobatan tumor ada berbagai macam, secara umum merupakan kombinasi antara operasi, radiasi dan kimia (kemoterapi). Tumor jinak jika mengganggu dan memungkinkan biasanya dioperasi dan diangkat. Dan selanjutnya kekambuhan jarang terjadi. Tumor jinak tidak memerlukan terapi radiasi maupun kemoterapi. Berbeda dengan tumor jinak, hanya kanker stadium sangat awal saja yang dapat diterapi dengan operasi semata, selebihnya biasanya diterapi kombinasi antar ketiga macam jenis terapi di atas.
Kanker dengan staging rendah umumnya dengan dioperasi pengangkatan yang baik dan dilanjutkan dengan radiasi terhadap kemungkinan adanya sel-sel yang tertinggal di sekitar daerah yang dioperasi, maka dapat menyembuhkan penderita. Pada kanker yang sudah bermetastasis, tambahan kemoterapi yang berupa obat yang disuntikkan ke pembuluh darah dimaksudkan untuk mengejar dan membunuh sel-sel kanker yang sudah berkeliaran ke seluruh tubuh melalui pembuluh darah atau limfe. Dan biasanya dalam tahap lanjut, terapi kanker hanya ditujukan paliatif yang berarti bertujuan mempanjang usia dan meringankan gejala yang membuat pasien menderita. Terapi paliatif tidak bertujuan menyembuhkan, karena memang kanker sudah relatif sulit disembuhkan pada stadium lanjut.
Kapan diperlukan radiasi antara lain berdasarkan sensitivitas jenis sel kanker terhadap radiasi. Ada beberapa sel kanker yang memang sangat peka diradiasi dan memberikan hasil baik seperti kanker dari sel-sel embrional (contoh testis), atau sel-sel darah dan limfe (contoh limfoma). Tetapi ada beberapa sel kanker yang memang kebal terhadap penyinaran. Terkadang radiasi dilakukan sebelum operasi dengan tujuan kanker sedikit mengecil sehingga operasi lebih mudah dengan lebih sedikit efek samping. Permasalahan pengobatan kanker adalah kompleks, tidak semudah yang dituliskan diatas.

Cara Mengobati Tumor dan Kanker Secara Alami

Salah satunya adalah dengan mengkonsumsi berbagai macam herbal, seperti:
· Daun dewa (Gynura divaricata, Gynura segetum (Lour) Merr, atau Gynura pseudochina) cukup lama dikenal sebagai tanaman antikanker. Di beberapa daerah daun dewa dikenal dengan nama beluntas cina, atau samsit. Menurut penelitian, secara laboratoris ekstrak etanol daun dewa mampu menghambat pertumbuhan tumor paru pada mencit (tikus putih kecil). Ekstrak ini juga mampu menghambat pertumbuhan sel kanker.
· Jamur Maitake diketahui memiliki kemampuan untuk mencegah pertumbuhan tumor dan kanker. Maitake dalam mengobati tumor dan kanker disebabkan adanya unsur kimia Polisakarida Beta 1.6 Glukan sebagai rantai cabangnya. Unsur itulah yang membedakan jamur Maitake dengan jamur-jamur lainnya yang lebih dulu dimanfaatkan sebagai antikanker. Pada jamur tersebut, unsur kimia yang dikandung hanya Beta 1.3.
· Sarang semut terbukti ampuh mengatasi sel kanker. Sarang semut memiliki antiproliferasi. Anti proliferasi berarti menghambat proses perbanyakan sel. Sarang semut juga mengandung tokoferol yang berfungsi sebagai antioksidan dan antikanker

keterangan lebih lanjut tentang pengobatan secara medis dapat dilihat disini
keterangan lebih lanjut tentang daun dewa
keterangan tentang sarang semut
wikipedia tentang tumor dan kanker

Biologi

Mmmm... awal postingan kali ini karena aku kurang puas dan kurang ngerti sama pelajaran Biologi yang diajarkan di sekolah. Dan bukan cuma aku aja.
Nah, berhubung ternyata banyak materi yang bisa dicari sumbernya lewat internet, aku bakalan ngusahain untuk referensi tugas dan materi di kelasku.

Plasenta

Kemarin, acara plasenta anak KKR akhirnya berlangsung juga. Yaay!! Akhirnya namaku masuk juga ke daftar peserta. Setelah beberapa hari sebelumnya rebutan dengan berbagai orang, akhirnya anak-anak KKR sendiri yang nanyain untuk ikut plasenta (hehe :p). Namun, ketika melihat kedua deretan di belakangku, kaget. Isinya anak BVC semua. Ya, iya sih, berhubung bakalan ada performance dari band yang dua orang anggotanya adalah anggota BVC. Acara berlangsung mulus dan cukup seru, dan ketika ada cowok yang ditantang untuk 'merayu' cewek untuk 'nananana' di depan semua yang nonton, satu aula tertawa. Gombal bangeeet! Bayangin aja, kalimat pertama yang diucapin oleh cowok itu adalah, "Sayang, malam ini bulannya indah ya". Woooi!! apa hubungannya sama bulan! Sesi tanya jawab juga cukup seru (^.^)/banyak keriuhan di sini, taaapii.. kok yang nanya (kalau nggak salah inget) cewek semua?
Setelah sesi tanya jawab selesai, tentu aja, penampilan dari band....(lupa nama bandnya, kalo inget bakal diedit). Penampilan pertama, meriah banget, meskipun penampilan kedua dan ketiga yang tersisa sebagai penonton tinggal anak-anak BVC, KKR dan sedikit lagi. Hehe...solidaritas! Toh, emang sebenarnya performancenya keren, kok. Ngg... kemarin sempet minta foto sama yang seksi dokumentasi. Kalau udah dapet, bakal dipajang kok. \(^^)/